Fungsi Organ Ginjal, Komplikasi Penyakit Dan Bisakah Hidup Dengan Satu Ginjal?

Fungsi ginjal sebagai organ ekskresi pada manusia adalah menyaring darah dari zat – zat yang harus dibuang dengan hasil akhir urin sehingga darah yang beredar di seluruh tubuh dapat bersih kembali. Zat –zat tersebut jika tidak dibuang maka akan menjadi racun dalam tubuh dan ini bisa membahayakan nyawa orang tersebut. Sedemikian pentingnya zat – zat tersebut harus dibuang sehingga kita harus mengetahui dan menjaga kesehatan organ ginjal kita agar dapat menjalankan fungsinya dengan normal. Tentu kita sering mendengar tentang penyakit gagal ginjal, dan gagal ginjal ini hanya bisa diatasi dengan cangkok ginjal melalui seseorang yang mau menjadi donor ginjal. Selain itu, orang yang mengalami gagal ginjal kronis juga akan selalu melakukan cuci darah atau hemodialysis agar darah yang beredar diseluruh tubuh menjadi bersih kembali.

Fungsi ginjal

Struktur ginjal

Ginjal manusia terdiri dari sepasang, terletak di kanan dan kiri bagian tulang belakang berbentuk kecil seperti kacang encis. Beberapa bagian ginjal memiliki fungsi yang berbeda. Ginjal ini memiliki ukuran yang berbeda tergantung dari umur, jenis kelamin serta ada tidaknya ginjal satunya di dalam tubuh manusia. Hal ini merunut beberapa kasus bisa terjadi, seseorang tidak yang hanya memiliki dua ginjal saja tetapi bisa satu ginjal saja.

Struktur ginjal terdiri dari :

1. Korteks ginjal

Korteks ginjal merupakan bagian ginjal yang utama dimana merupakan tempat berasalnya urin. Korteks ginjal ini terdiri dari jutaan nefron yang berfungsi di dalam proses pembentukan urin atau air kencing. Di dalam nefron terdiri dari komponen komponen yang berperan dalam pembentukan urin.

2. Nefron

Seperti telah disinggung diatas, koteks tersusun atas jutaan nefron yang berperan penting untuk membentuk urin pada tubuh manusia. Unit terkecil dari ginjal ini terdiri dari glomerulus, kapsul bowman, tubulus kontortus distal, tubulus kontortus proksimal lengkung henle dan medulla. Bagian – bagian inilah yang memiliki fungsi penting dalam membentuk urin dengan tiga tahap, yakni tahap filtrasi, rearbsorbsi dan augmentasi.

– Glomerulus

Glomerulus merupakan bagian yang menyaring zat – zat yang masih berguna bagi tubuh. Misalnya zat gula atau glukosa, garam, asam amino  dan urea. Hasil penyaringan pada bagian ini disebut urin primer.

– Kapsul bowman

Kapsul bowman merupakan bagian dari struktur nefron yang berbentuk seperti kapsul dan membungkus glomerulus.

– Lengkung henle

Sesuai namanya, lengkung henle memiliki bentuk melengkung dimana memiliki fungsi untuk menyaring serta menghubungkan tubulus kontortus proximal dengan tubulus kontortus distal di dalam nefron ginjal.

– Tubulus kontortus proksimal

Tubulus kontortus proksimal merupakan tempat menghasilkan urin sekunder. Disini darah akan diserap kembali setelah keluar dari  glomerulus. Pada proses penyerapan ini, beberapa zat masih diperlukan oleh tubuh. Penyerapan zat – zat tersebut dinamakan dengan proses reabsorbsi atau bisa disebut penyerapan kembali zat – zat yang diperlukan oleh tubuh manusia. Penyerapan zat – zat ini berupa garam, air, asam amino serta glukosa.

– Tubulus kontortus distal

Tubulus kontortus distal merupakan bagian nefron ginjal yang berfungsi menghasilkan urin sesungguhnya. Dalam tubulus kontortus distal terjadi pelepasan zat – zat yang masih dipakai untuk tubuh serta mendapatkan zat – zat yang tidak diperlukan tubuh. Nah, urin sesungguhnya ini akan membawa zat – zat yang tidak berguna tersebut keluar dari dalam tubuh.

– Tubulus kolektivus

Ini merupakan saluran terpanjang dalam organ ginjal serta merupakan bagian nefron terakhir. Tubulus kolektivus berfungsi menampung urin sesungguhnya sementara sebelum nantinya di salurkan ke bagian selanjutnya yaitu pelvis sebelum di simpan sementara di kantung kemih.

Fungsi Ginjal

Struktur ginjal manusia

3. Medulla renalis / sumsum ginjal

Sumsum ginjal merupakan lapisan dalam ginjal manusia. Medula merupakan komponen nefron yang memiliki bentuk seperti kerucut atau piramida berbaur dengan lengkung henle. Dalam medulla juga terdapat kapiler serta bagian nefron lain yakni kapsul bowman. Pyramid ini berfungsi di dalam mengumpulkan hasil ekskresi. Cairan tersebut akan disalurkan melalui saluran pengumpul menuju rongga ginjal atau disebut pelvis renalis.

4. Arteri ginjal

Sebelum proses pembentukan urin dengan penyaringan darah pada nefron, sebelumnya darah akan dibawa masuk melalui pembuluh nadi yang disebut arteri ginjal. Nah, setelah darah masuk ke ginjal, maka akan terjadilah proses pembentukan urin melalui berbagai tahapan seperti sudah dijelaskan diatas.

Nah melalui bagian – bagian tersebut maka urin bisa terbentuk dan siap untuk disimpan dalam kantong kemih dan nantinya setelah penuh disalurkan melalui uretra kemudian dikeluarkan melalui saluran ureter.

Fungsi ginjal dalam sistem ekskresi pada manusia

Menurut Wikipedia, Ginjal berfungsi mengatur komposisi air dalam darah serta mengatur kosentrasi ion dan juga mengatur pH (mengatur asam dan basa pada tubuh). Urin yang dihasilkan melalui proses pembentukannya memiliki kadar asam di pH 5 serta bersifat alkalis di pH 8.

Selain mengatur pH dalam darah serta komposisi air, ginjal juga memililiki fungsi penting sebagai berikut :

  • Membuang limbah beracun seperti garam yang berlebihan dalam tubuh, nitrogen dan urea melalui proses penyaringan darah (pembentukan urin)
  • Dapat mengatur keberadaan sel darah merah. Hal ini disebabkan kurangnya pasokan oksigen yang dibawa oleh darah, sehingga ginjal akan mengeluarkan hormon erythropoietin, dimana hormon ini akan memacu sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah yang nantinya akan berperan membawa oksigen dalam tubuh.
  • Menjaga keseimbangan zat – zat kimia dalam tubuh
  • Menjaga kesehatan tulang dengan membentuk komponen aktif vitamin D yang diperlukan oleh tubuh

Komplikasi penyakit gagal ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti dibawah ini :

1. Gangguan jantung

Penyakit ginjal kronis membuat fungsi pembuangan kalium menjadi rendah dan berpengaruh pada meningkatkanya kadar kalium pada darah. Gangguan jantung terjadi karena keberadaan kadar kalium dalam darah yang tinggi sehingga jantung bekerja tidak sempurna. Gangguan jantung seperti ini bisa menimbulkan kematian mendadak pada seseorang. Oleh karena itu, orang yang menderita gagal ginjal kronis tidak disaran untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar kalium berlebih seperti buah – buahan, misalnya pisang dan juga sayur – sayuran yang mengandung kalium tinggi.

2. Gangguan tulang

Orang yang menderita gagal ginjal kronis akan membatasi berbagai makanan yang mengandung mineral termasuk kalsium. Kurangnya asupan kalsium ini akan berakibat rapuhnya tulang sehingga tulang akan mudah patah.

3. Kolestrol naik

Orang yang mengalami penyakit ginjal kronik bisa terganggu dengan kadar kolestrol yang cenderung tinggi. Hal ini tentunya tidak baik bagi tubuh si penderita.

4. Anemia

Anemia dapat terjadi pada pengidap gagal ginjal yang disebabkan turunnya produksi eritrosit yang dihasilkan oleh sumsung tulang.

5. Cairan tubuh berlebih

Seseorang yang mengidap gagal ginjal disarankan tidak berlebihan dalam mengkonsumsi air karena kadar garam dalam tubuh dapat berkurang. Jika kekurangan kadar garam maka tubuh menjadi lemah dan bisa saja mengalami kejang – kejang.

6. Disfungsi seksual

Gagal ginjal akan membuat seseorang cepat lelah setelah melakukan hubungan intim, terutama pada pria.

Hemodialisis / cuci darah

Bisakah orang hidup dengan satu Ginjal?

Fungsi ginjal yang begitu vital membuat seseorang harus menjaga kesehatan terutama organ ginjal agar selalu menjalankan fungsinya dengan normal. Tentu timbul pertanyaan, bagaimana jika kita hanya memiliki satu ginjal saja?

Menurut penelitian, orang yang memiliki satu ginjal maka ginjal tersebut akan berusaha menyesuaikan dengan keadaan tubuh orang tersebut. Hal ini membuat ginjal tersebut bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Bahan beberapa kasus yang ada, beberapa orang hidup hanya dengan satu ginjal dan mereka tidak menyadarinya.

Seseorang yang memiliki 1 ginjal dapat bertahan hidup dan melakukan aktifitas seperti biasa, asalkan ginjal tersebut berfungsi dengan baik. Selain itu seseorang yang memiliki 1 ginjal juga harus menerapkan pola hidup yang ekstra sehat. Jadi pendonor ginjal yang memiliki satu buah ginjal jangan terlalu kawatir.

Meskipun satu ginjal bisa melakukan proses penyaringan darah dan membentuk urin, tetapi dalam jangka waktu tertentu (10 sampai 25 tahun) bisa terjadi mengalami penurunan kemampuan fungsi ginjal di dalam memproses pembentukan urin. Hal ini tentu saja dikarenakan ginjal bekerja dengan ekstra keras karena tidak memiliki cadangan ginjal satunya. Namun keadaan tersebut juga bergantung pada tingkat perawatan kesehatan tubuh masing – masing.

Beberapa masalah yang timbul dikarenakan menurunnya fungsi ginjal adalah tekanan darah yang naik. Kenapa bisa? Hal ini tentunya berkaitan dengan penyaringan darah yang tidak optimal. Jika penyaringan darah  tidak optimal maka darah akan kotor. Darah yang kotor akan membuat proses sistem sirkulasi darah di dalam tubuh tidak optimal. Sikulasi darah yang tidak optimal ini akan membuat pembuluh darah tertekan sehingga tekanan darah menjadi naik.

Darah yang banyak mengandung kotoran yang tidak tersaring oleh ginjal juga akan membuat kerja jantung di dalam memompa darah lebih ekstra, karena darah tetap harus diedarkan ke seluruh tubuh.

Baca juga :

Nah dengan mengetahui fungsi alat ekskresi ginjal serta seluk beluk bagaimana organ ini bekerja di dalam tubuh maka kita harus selalu senantiasa menjaga kesehatan tubuh. Kita dianjurkan juga untuk selalu cek kesehatan ginjal dengan cara cek-up di klinik atau rumah sakit terdekat. Dengan cara ini kita bisa mengetahui kesehatan organ ginjal kita dan mengetahui apakah fungsi ginjal kita masih normal atau tidak.

Related For Fungsi Organ Ginjal, Komplikasi Penyakit Dan Bisakah Hidup Dengan Satu Ginjal?